Berkabung
Ketika itu, Sadewa
terbaring lemah di atas dipannya.
Lalu, datang Anjani
membawakan sebuah bejana; berisi air.
“Bertahanlah, Kakanda,”
Pipi Anjani basah.
Gadis itu meratapi
sang kekasih yang tak berdaya.
Di perutnya, ada
luka menganga; hadiah peperangan.
“Bertahanlah,
Kakanda,”
Bersama pekatnya bulan,
Sadewa mulai bangkit dan berjalan.
Ditengoknya Anjani
yang meraung; menangisi seonggok daging tanpa nyawa.
Komentar
Posting Komentar